X

Belajar dari Finlandia: Mengapa Anak-Anak Bebas Bermain di Luar Saat Suhu 0°C?

Pertama Kali Tiba di Haaga: Menggigil Menuju Masjid

Suhu pagi pertama saya di Haaga, Finlandia, menyentuh angka 0°C. Dinginnya luar biasa. Pagi itu, saya bersama Pak Tyo dan Pak Rosyid (roommate saya) berjalan menuju Masjid Darul Muntaha yang terletak tidak jauh dari apartemen kami.

Meski berada di gedung sebelah, sesampainya di sana ternyata pintu utama masih terkunci rapat. Pak Tyo—yang sebelumnya sudah pernah shalat Dzuhur dan Ashar di sana—mencoba menghubungi takmir masjid. Namun, sekitar pukul 05.00 pagi itu belum ada aktivitas. Belakangan kami baru menyadari bahwa jadwal shalat di aplikasi smartphone kami berbeda dengan jadwal resmi masjid setempat.

Di tengah gumpalan udara dingin yang merasuk tulang, kami akhirnya kembali ke apartemen dan menunaikan shalat subuh berjamaah di sana.

Menuju Tuomarila Päiväkoti Daycare di Espoo

Pukul 07.45, kami bergegas berkumpul untuk melanjutkan agenda utama: mengunjungi lokasi daycare pertama kami di Finlandia.

Perjalanan menuju Tuomarila Päiväkoti memakan waktu sekitar satu jam, termasuk satu kali transit di Stasiun Pasila. Kami turun di Stasiun Kereta Tuomarila yang saat itu sedang dalam tahap renovasi jembatan. Dari stasiun, kami menyusuri jalanan Kota Espoo yang dingin selama 15 menit berjalan kaki.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.10 pagi, sebuah pemandangan kontras dan menarik langsung menyambut kami: beberapa anak kecil tampak asyik bermain di area luar ruangan (outdoor)!

Brain Work is Built by Muscle Work: Rahasia Pendidikan Finlandia

Melihat anak-anak tetap bermain aktif di luar saat winter tentu menjadi fenomena unik bagi kami. Di Indonesia, saat hujan atau cuaca dingin melanda, orang tua biasanya langsung meminta anak-anak masuk dan berteduh di dalam rumah. Namun, Finlandia punya pendekatan yang sangat berbeda.

“Brain work is built by muscle work,” ujar Henna, salah satu staf Tuomarila Päiväkoti yang menyambut kedatangan kami.

Kalimat tersebut merangkum filosofi besar sistem pendidikan dasar di Finlandia:

  • Fisik Aktif Memicu Otak Optimal: Kerja otak anak akan berkembang maksimal jika kebutuhan fisik dan gerak motoriknya terpenuhi.

  • Kewajiban Bermain di Luar: Anak-anak usia prasekolah (daycare) hingga Sekolah Dasar (SD) diwajibkan bermain di luar ruangan setiap hari.

  • Tidak Terpengaruh Cuaca Ekstrem: Aturan ini tetap berlaku meski suhu udara merosot hingga di bawah 0°C (minus).

“Tidak Ada Cuaca Buruk, Hanya Pakaian yang Salah”

Masyarakat Finlandia memiliki pepatah populer yang sangat terkenal di dunia parenting: “Tidak ada cuaca yang buruk, yang ada hanyalah pakaian yang salah.”

Bagi mereka, membiarkan anak-anak bermain di tengah cuaca dingin dan salju bukanlah sebuah pantangan atau ancaman kesehatan, melainkan kebutuhan dasar tumbuh kembang. Kuncinya sederhana: pastikan anak mengenakan pakaian winter yang tepat, tebal, dan bernapas.

Pengalaman singkat di Tuomarila Päiväkoti ini memberi pelajaran berharga bahwa ruang gerak bebas dan interaksi dengan alam adalah investasi terbaik bagi ketahanan fisik serta kecerdasan otak anak.

Bagaimana menurut teman-teman? Apakah metode bermain di luar ruangan saat cuaca ekstrem ini memungkinkan untuk diterapkan pada anak-anak di Indonesia? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

bangsaid:
Related Post