X

Lagu Ananda : Blog Lagu Anak yang Membuat Mereka Belajar

Kurang lebih setahun lalu, saya memutuskan untuk membuat Blog baru, yakni Blog Lagu Anak. Namun sampai sekarang blog tersebut baru berisi 4 pos saja. Bukan apa-apa, dikarenakan kesibukan saya materi untuk pos di blog tersebut belum sempat dibuat. Lho, harus se-serius itukah?

Blog dengan alamat www.laguananda.com (d/h laguanak.bangsaid.com) tersebut berisi lagu-lagu anak yang saya tulis sendiri. Sehingga saya perlu menulis lagu, memainkannya, mengunggahnya di Youtube atau Soundcloud, baru kemudian pos di blog tersebut bisa dibuat. Jadi prosesnya mungkin tidak sesederhana blog lain yang saya kelola. Memang sih nantinya blog tersebut tidak hanya akan berisi lagu-lagu saya, namun juga diproyeksikan untuk memuat lagu-lagu anak yang dibuat tim guru di sekolah saya atau lagu-lagu anak pada masanya yang liriknya kami tulis ulang.

Blog Lagu Anak by @bangsaid

Lagu Ananda ada Berangkat dari Keprihatinan

Tujuan saya menulis lagu anak-anak sebenarnya untuk dipergunakan di sekolah. Namun tujuan besar dibuatnya blog ini adalah berawal dari keprihatinan akan kondisi anak-anak pada masa sekarang. Miskinnya lagu anak-anak, membuat mereka akhirnya menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Lagu dewasa yang melekat di dalam pikiran anak, membentuk mereka menjadi ‘dewasa mini’. Anak-anak ini bernyanyi, namun tidak memahami apa yang mereka nyanyikan.

Padahal, lagu adalah salah satu media untuk membangun bahasa anak. Ketidakpahaman terhadap lirik lagu-lagu dewasa yang mereka nyanyikan membuat penguasaan bahasa anak menjadi kurang. Nah, pemahaman bahasa yang tidak memadai ini akhirnya menjadikan anak-anak menggunakan kosakata yang tidak sesuai tempatnya. Anak-anak pun menjadi bias makna kata. Ini belum termasuk dampak psikologis lagu-lagu dewasa yang perlu diteliti lebih jauh.

Dalam sebuah artikel di website Melinda Hospital, lagu-lagu dewasa memiliki dampak terhadap tumbuh kembang psikologis anak. Kebanyakan lagu-lagu dewasa saat ini yang berisi kisah percintaan, hubungan pacaran, hingga perselingkuhan memberikan dampak negatif terhadap psikologis anak. Sebut saja kata-kata semacam cium, peluk, hamil duluan dan kata-kata lainnya yang berdampak terhadap moral anak.

Lagu Anak harus Membangun Banyak Kecerdasan

Di sekolah tempat saya mengajar, lagu adalah salah satu media yang digunakan guru untuk membangun kecerdasan yang majemuk, salah satunya kecerdasan musikal tentunya. Kecerdasan lain yang bisa dibangun melalui kegiatan menyanyikan lagu-lagu adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan ini tampak pada kemampuan anak merespon lagu dengan gerakan semacam bertepuk, mengayunkan kepala, atau menggerakkan badan mengikuti irama.  Lirik dalam lagu membangun kecerdasan bahasa. Anak akan belajar banyak kosakata baru dari lagu yang dinyanyikannya.

Oleh karena itu, setiap tema pembelajaran selalu diiringi berbagai lagu yang kami, guru-guru, gubah sendiri hingga mengganti lirik lagu-lagu anak pada masanya agar liriknya lebih bermakna. Lagu-lagu dijadikan media untuk membangun kosakata yang banyak untuk anak. Anak mengenal kosakata baru sesuai tema pembelajaran. Melalui lagu sesuai tema, anak belajar banyak pengetahuan. Lagu-lagu seperti inilah yang dibutuhkan oleh anak. Lagu yang membuat mereka Bernyanyi lalu Belajar dari lagu yang mereka nyanyikan tersebut.

Seperti tagline blog Lagu Anak : Bernyanyi Lalu Belajar….

 

bangsaid:

View Comments (10)

Related Post