X

Indahnya ‘Gurun Pasir’ di Jogjakarta

Sekarang waktunya saya mencicil cerita perjalanan saya ke Jogjakarta tempo hari. Yah, kata murid saya jangan hanya mereka yang ditugaskan membuat laporan perjalanan, tapi gurunya juga harus ‘berani’ nulis tentang perjalanan awal tahun tersebut.

Nah, saya akan mulai dengan hari pertama.

Setelah menikmati sarapan Gudeg dari mba Fajar yang cantik, saya dan rombongan berangkat untuk berpetualangan di Jogja. Tujuan kami di hari pertama ini adalah tempat wisata yang dekat terlebih dahulu mengingat hari itu merupakan Jum’at. Jadi, dipilihlah Parangkusumo sebagai lokasi belajar pertama.

Kami berangkat sekira jam setengah delapan pagi. Jogja sudah mendung waktu itu sehingga setiba di Jalan Raya Parangtritis, gerimis membuat pak Supir kami menyalakan wiper. Oh… ini alamat tidak terlalu bisa menikmati indahnya gumuk pasir yang terkenal itu. Tentu saja sudah dapat dibayangkan pasir halus tersebut malah menggumpal karena basahnya air hujan. Tapi ternyata, itu tidak memupuskan semangat anak – anak kami yang tiga orang itu.

Indahnya.. Mengingatkan Wallpaper Windows yang Keren Itu (sumber : cucucoret.blogspot.com)

Setelah berbelok ke arah pantai Depok, kami tiba tepat di kawasan Gumuk Pasir saat gerimis semakin deras. Kami sengaja masuk melalui gerbang pantai Depok karena menurut ‘rumor’ yang beredar, ongkos masuk pantai Depok lebih murah dari pada pantai Parangtritis. Nah, letak Gumuk Pasir ini sebenarnya ada di antara Pantai Depok dan Pantai Parangtritis. Tepatnya berada di kiri jalan jika kita masuk dari pantai Depok. Tak jauh dari situ terdapat tempat untuk manasik haji karena telihat replika ka’bah.

Narsis sama Pak Toni

Gumuk atau padang pasir Parangkusumo ini sangat unik bahkan dari sumber panduan wisata Jogja, ini merupakan satu – satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Gumuk ini terbentuk melalui proses dengan waktu ribuan tahun yang berasal dari material vulkanik Gunung Merapi yang kemudian terbawa arus sungai Progo sampai ke muara. Lalu, Ombak besar pantai Selatan menghantamnya hingga kemudian membentuk Gumuk Pasir yang indah ini.

Tak ada biaya apapun yang dibayar untuk masuk ke area Gumuk Pasir. Cukup modal retribusi Pantai Depok seharga Rp 3.750,00 per orang. Hanya saja demi keamanan, sebaiknya memarkirkan kendaraan dekat warung – warung di sekitar Gumuk Pasir. Tentu saja harus membayar sebesar Rp 10.000,00 untuk sekali parkir mobil yang kami kendarai. Untuk sepeda motor kalau tidak salah, biaya parkirnya sekitar Rp 5.000,00.

Sebenarnya kami sudah pas sekali tiba di pagi hari karena menurut penuturan banyak orang, Gumuk Pasir ini akan sangat indah jika dilihat pada pagi atau sore hari. Guratan – guratan indah aliran air menjadikan Gumuk Pasir Parangkusumo persis terlihat seperti gurun pasir di Afrika. Sayangnya, kami tiba disana saat gerimis :-(. Setelah berfoto narsis dan mengajak anak mencatat vegetasi yang hidup di sekitarnya, kami meninggalkan Gumuk Pasir dan menuju Pantai Parangtritis yang alakadarnya itu (Sorry to say : Pantai ini cuman bagus di tivi saja).

Oya, Gumuk Pasir ini cocok sekali untuk tempat pengambilan foto model. Bahkan kabarnya sering dipakai untuk syuting video clip ataupun film berskala nasional dan internasional. Jadi, tertarik ke Parangkusumo ?

 

bangsaid:

View Comments (28)

Related Post