Saat mengantar istri berangkat kuliah kemarin saya bertemu dengan 2 peristiwa kecelakaan. Pertama di saat berangkat, yang kedua saat pulang. Sebenarnya saya sudah menceritakannya melalui twitter. Tapi rasanya kurang afdhol kalau belum ditulis di blog. 😀
Peristiwa pertama sebenarnya bisa disebut hampir terjadi kecelakaan. Pasalnya memang sang pengendara motor tidak terjatuh dan tidak ada korban jiwa sama sekali. Penyebabnya simpel, hanya karena Jas Hujan yang nyangkut di gerobak. Tapi kalau yang namanya kecelakaan tidak bisa dibilang simpel lagi sekalipun penyebabnya hanya hal kecil.
Jas hujan memang sangat dibutuhkan oleh pengendara sepeda motor (biasa dipanggil Bikers). Terlebih bagi mereka yang setiap hari berangkat ke tempat kerja dengan menggunakan sepeda motor, seperti banyak para pekerja di Jakarta. Dan dengan alasan ingin simple dan lebih murah akhirnya banyak bikers yang memilih menggunakan jas hujan berjenis Ponco.
Padahal seperti yang dikutip dari yamaholigan.com, menurut Dyan Dilato, seorang pakar Safety Riding lulusan lembaga pendidikan Stay Upright Australia, Jas hujan ponco terbukti mengganggu aerodinamika saat diterpa hujan angin sehingga menimbulkan efek yang berbahaya bagi pengendara. Saya pernah melihat pengendara yang menggunakan ponco, bagian belakangnya terbang kemana – mana. Berkurang atau hilangnya aerodinamika ini mengakibatkan menurunnya sisi keseimbangan. Dan tentu kecelakaan pun tak dapat dihindarkan.
Selain itu, banyak kasus kecelakaan berujung kematian yang terjadi akibat penggunaan jas ponco seperti yang diberitakan disini dan disini. Namun meskipun telah beberapa kali terjadi masih banyak di jalanan bikers yang menggunakan jas ponco. Memang pada dasarnya, tujuan membeli jas hujan itu agar aman dari hujan. Memilih jas hujan ponco memang membuat aman dari hujan, tapi tidak aman dari bahaya kecelakaan.
Sayangnya jas hujan ponco masih tetap dijual. Sepengetahuan saya, jas hujan jenis ini diperuntukkan bagi pejalan kaki atau pendaki gunung. Jadi, bagi para bikers yang cerdas tentu memilih jas hujan jenis setelan.
Mari jadikan peduli keselamatan sebagai budaya berkendara
Sumber Gambar : ciricara.com
View Comments (34)
jas hujan yang kaya jaket ada celananya itu malah lebih nyaman mas
jas hujan jenis ini memang tidak aman, saya pernah melihat kecelakaaan yang disebabkan ujung jas nyangkut dan masuk kedalam jari-jari roda belakang sehingga berakibat fatal
Hiyy... serem banget
betul, itu maksud saya
bahaya ya jas ponco itu.. mungkin lebih baik pake yang celana begitu ya... ngeri jg ya.. tidak terpikir kan..
kalau saya, sisa ponconya saya duduki di jok motor, jadi gag bakal nyangkut-nyangkut :D
iya jenis ponco ini berbahaya, sudah ada kenalan saya yg jadi korban kecelakaan. untung gak parah sih. hiks
saya masih punya yg jenis ponco, terkadang saya pakai kalau terpaksa ketika hujan lebat, soalnya jas hujan yg 2 potong tinggal atasan doang, celananya sudah sobek hehe
btw, jenis ponco emang kurang aerodinamis, akselerasinya jadi kurang oke
saya dari dulu nggak suka dengan jas hujan ponco bang, kata orang sih praktis tapi bagi saya kok malah ribet. praktisan celana dan baju
saya jg gitu mas... :D