X

Ibu, Ayah… Kalian Memang Luar Biasa

Setelah diwisuda 5 Desember kemarin, akhirnya saya resmi menyandang gelar S.Kom (Sarjana Komputer). Hal yang sangat membahagiakan adalah kedatangan kedua orang tua saya di acara wisuda tersebut. Dimana saya tahu, keuangan mereka tidak begitu baik untuk berangkat bersama jauh-jauh dari Pulau Bangka tercinta. Belum lagi mempersiapkan oleh-oleh tidak hanya untuk saya dan para tetangga, tapi juga untuk adik saya yang bersekolah di BSD.

Awalnya memang hanya salah satu yang bisa hadir. Tapi 5 hari menjelang wisuda ayah malah menelepon dan memberi kabar kalau mereka tidak jadi datang karena ada sepupu dan tetangga yang menikah yang juga perlu dibantu. Sebenarnya saya sedih. Tapi ya sudahlah. Masih ada Istri yang dapat menjadi pendamping di acara wisuda.

Tapi tiba-tiba siang hari ayah menelepon akan mentransfer uang untuk membeli tiketnya esok. Ah, saya senang sekaligus sedih. Senang karena tahu merela akan datang berdua, sedih karena sadar sampai seumur begini masih menyusahkan Ayah dan Ibu. Sehingga saya bertekad untuk mengganti uangnya setelah mereka sampai karena saya memang baru gajian tanggal 4.

Pertolongan Allah luar biasa. Tiba-tiba nama Bu Sri muncul sebagai orang yang berhak menerima uang Arisan. Berhubung sebelumnya ketika saya dapat, saya menyerahkan uang hak saya kepada Bu Sri yang saat itu sangat membutuhkan. Kali ini uang tersebut berpindah ke tangan saya. Dan saya mempunyai dana lebih untuk mengganti uang orang tua saya serta untuk mengajak mereka jalan-jalan ketika nanti berada di Tangerang.

Tapi orang tua saya memang luar biasa. Saat saya akan mengganti uang mereka malah dikembalikan. Akhirnya saya membelikan barang untuk oleh – oleh saja. Kalau sudah begitu mereka tidak akan menolak. Ibu saya belikan hape baru, ayah saya belikan ikat pinggang, adik saya belikan tas, juga oleh-oleh lainnya.

Ayah dan Ibu memang luar biasa. Saya pun tak mampu membahagiakan mereka di Auditorium. IPK saya yang 3.52 tidak cukup untuk mengantarkan saya berdiri di podium sebagai lulusan terbaik 🙂 (Masih ada yg lebih baik). Tapi apa respon mereka.

“Ibu sudah bangga dengan kelulusanmu nak. Akhirnya perjuanganmu yang luar biasa merantau sendiri di tanah orang berbuah sudah. Kamu sudah membahagiakan kami dengan kelulusanmu. Semoga ilmumu bermanfaat,” kata wanita yang sebenarnya tidak melahirkan saya ini.

Ahh… Ibu, Ayah, kalian memang luar biasa.

Categories: Catatan Kecil
bangsaid:

View Comments (19)

  • آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ
    Terima kasih mas Gie :-)

  • selamat ya bang.. terharu sy bacanya. org tua dtg jauh2 dr bangka.. dan baca kalimat bijaknya seorang ibu :)

  • wah keren.,
    tapi btw., kalimat "kata wanita yang sebenarnya tidak melahirkan saya ini." agak ngganjal..

    maksudnya itu bukan ibu kandung ?

    *maaf kalo banyak tanya, sekedar pengen tau.. kalo ga boleh juga ga apa mas :D

  • selamat bangsaid... sukses terus.. ortu nya pasti sudah bangga sekali

    btw tangerangnya dimana mas? sapa tau bisa kopdar mas

  • seneng banget bisa lulus... dan lebih seneng lagi kalau nanti sudah kerja dan bisa mandiri. Apalagi bisa memberikan sedikit hasil usahanya ke orang tua... luar biasa pasti..

    itu hebatnya orang tua, tidak banyak berharap pada anaknya...

Related Post